Friday, August 27, 2004

Killing Time - Berani Bertanya


'Temanku Joan McKenna, ..., setelah diperkenalkan sebagai profesor tamu ia langsung memberi kuliah filsafat pertamanya di kelasku di Berkeley, 20 menit berlalu sebelum ia kemudian memberi kesempatan untuk bertanya. Beberapa mahasiswa memberanikan diri untuk mengajukan pertanyaan. Jawaban-jawaban McKenna terkesan seadanya, tidak tepat sasaran, terkadang bahkan sarkastik dan otoriter, mentertawakan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tanpa benar-benar menjawabnya. Namun tidak seorangpun berani menyela, tak seorangpun menyanggah. Sebaliknya, beberapa orang menggeser posisi duduknya, sedikit menjauh dari mereka yang berani-beraninya bertanya. 'Well, kami nggak kepengin terlihat serupa dengan orang-orang bodoh macam kamu.', begitu seolah terisyaratkan oleh bahasa tubuh mereka yang menggeser tempat duduknya.Ketika McKenna melanjutkan, "Lihat apa yang kalian lakukan!", ujarnya pada seluruh kelas. "Aku tidak menjawab pertanyaan kalian, malah melecehkan mereka yang bertanya. Dan kalian menerima perlakuanku ini begitu saja, bukan hanya itu, kalian malah ikut melecehkan mereka yang bertanya. Pantas saja para profesor di sini bisa bicara apapun yang mereka sukai !" Setelah itu, kami berdiskusi tentang masalah ini.Bayangkan seseorang dengan otoritas di suatu bidang ilmu mengungkapkan sesuatu yang bagimu terdengar aneh, atau sekedar sukar dimengerti. Apa yang akan kau lakukan? Bangun dari kursimu, bertanyalah, minta penjelasan! Bayangkan si pemegang otoritas ini menjawabmu ala kadarnya, seolah tak sabar akan kebodohanmu, bayangkan kau tergugu di tengah kelas bertanya pada dirimu sendiri 'Akukah yang memang susah mengerti?' ... Well, seseorang lain mesti berdiri dan mengulang pertanyaan temannya "Aku juga kurang mengerti!" Jika si profesor tetap menjawab dengan otoriter dan sarkasme, orang ketiga mesti berdiri "Anda di sini untuk mengajar, bukannya mentertawakan kami; jadi dengan seluruh kerendahan hati, tolong jelaskan sekali lagi.""Jangan membangkang!", yang empunya otoritas mulai kelihatan kesal"Ia tidak sedang membangkang," siswa keempat berdiri. "Ia hanya bertanya, dan Anda belum menjawabnya." - dan seterusnya...."Well, mahasiswa tidak bisa benar-benar melakukan hal seperti itu." Salah seorang siswaku mengajukan pendapatnya, "Ia akan memberi kami nilai jelek".

--Terjemahan bebas dari satu pasase dalam 'Killing Time, The autobiography of Paul Feyerabend'.

Paul Feyerabend, dihitung dunia sebagai salah satu filsuf metodologi sains terdepan, ia mengajar di Uni California Berkeley dari 1960an.
Berbeda dengan aliran mainstream yang mencoba 'merapikan' metode ilmiah, Feyerabend (nama keluarga yang sebenarnya adalah permainan kata dari Feierabend, istilah Jerman untuk 'free time') lebih menitikberatkan metodologi ilmiahnya pada impulse untuk bertanya, kejujuran, dan hasrat untuk menemukan kebenaran.
'Berani bertanya', mungkin memang merupakan permulaan dari pemahaman.

2 comments:

raddie said...
This comment has been removed by the author.
raddie said...

this book is supposedly good, rite??
i'll look for this one at Lehmanns, upps, Weiland formerly...:)